GP Lambiase Hengkang dari Red Bull, Akhir Era Verstappen?

2 min read

Gianpiero Lambiase

GP Lambiase hengkang dari Red Bull menjadi kabar paling mengejutkan di dunia Formula 1 pada April 2026. Insinyur balap yang selama satu dekade menjadi sosok penting di balik kesuksesan Max Verstappen itu resmi memutuskan bergabung dengan McLaren, memicu spekulasi besar tentang masa depan sang juara dunia.

Kepindahan yang Sudah Lama Diisyaratkan

Dalam pernyataan resminya, Red Bull menyatakan: “Oracle Red Bull Racing mengonfirmasi bahwa Gianpiero Lambiase akan meninggalkan tim pada 2028, ketika kontraknya berakhir. ‘GP’ adalah anggota tim yang sangat berharga, yang bergabung sejak 2015.”

Lambiase pertama kali terjun ke dunia F1 sejak 2005 bersama tim Jordan, dan bergabung dengan Red Bull pada 2015. Ia awalnya berperan sebagai insinyur balap untuk Daniil Kvyat sebelum akhirnya dipasangkan dengan Verstappen ketika pembalap Belanda itu dipromosikan ke tim utama pada 2016.

Baca juga : Hari Buruk Max Verstappen di Red Bull Ring

McLaren merebut tanda tangan Lambiase setelah ia mempertimbangkan masa depannya dan menimbang berbagai opsi. Aston Martin sebelumnya juga berusaha keras merekrutnya sebagai kepala tim, namun McLaren berhasil menawarkan sesuatu yang lebih menarik.

Menurut laporan berbagai sumber, Lambiase menerima tawaran yang digambarkan sebagai “luar biasa besar” dari McLaren, dengan nilai yang jauh melampaui gajinya saat ini di Red Bull. McLaren mengalahkan persaingan dari Aston Martin dan Williams untuk mengamankan tanda tangannya.

Kehilangan Besar Bagi Red Bull

Kepergian Lambiase bukan sekadar pergantian staf biasa. Lambiase dan Verstappen telah bekerja bersama sejak balapan debut sang pembalap di Red Bull pada Grand Prix Spanyol 2016 — yang legendaris karena kemenangan Verstappen sebagai pebalap termuda dalam sejarah F1 pada usia 18 tahun.

Lambiase kemudian dipromosikan menjadi kepala teknik balap pada 2022 dan kembali naik jabatan menjadi Head of Racing pada akhir 2024, meski tanggung jawab utamanya tetap menjadi insinyur balap Verstappen.

Ini bukan kepergian pertama figur kunci dari Milton Keynes. Kepindahan Lambiase menambah daftar panjang hengkangnya tokoh-tokoh penting dari Red Bull: desainer Adrian Newey (kini di Aston Martin), Jonathan Wheatley, Christian Horner, dan Helmut Marko.Red Bull seolah perlahan kehilangan fondasi yang dibangun selama dua dekade dominasi.

GP Lambiase dan Verstappen

Misi Agresif McLaren Merekrut Talenta Terbaik

Pengangkatan Lambiase memperkuat kampanye rekrutmen agresif McLaren dari Red Bull, setelah sebelumnya berhasil mendatangkan Rob Marshall dan Will Courtenay.

Pernyataan McLaren menegaskan: “Lambiase adalah rekrutan terbaru yang dirancang untuk memperkuat dan mendukung kumpulan talenta di McLaren Mastercard, sekaligus menegaskan kembali komitmen jangka panjang tim untuk mempertahankan posisinya sebagai tim juara.”

Di McLaren, Lambiase akan mendukung Kepala Tim Andrea Stella dalam tugas-tugas operasional di lintasan, membebaskan Stella untuk lebih fokus pada aspek kepemimpinan yang lebih luas. Stella sendiri dikonfirmasi tidak akan kemana-mana dan memiliki kontrak jangka panjang dengan McLaren.

Dampak Terhadap Masa Depan Verstappen

Inilah bagian yang paling menyita perhatian seluruh paddock F1. Mengingat Verstappen pernah menyatakan ia akan berhenti balapan di F1 ketika Lambiase pergi, berita ini bisa dilihat sebagai sinyal terkuat sejauh ini bahwa sang juara dunia akan meninggalkan olahraga ini dalam beberapa tahun ke depan.

Verstappen memang semakin kecewa dengan mobil-mobil baru F1 2026 yang ia sebut “anti-balapan”, diibaratkan seperti Formula E “di atas steroid” dan Mario Kart. Setelah Grand Prix Jepang, ia mengaku kepada BBC bahwa ia serius mempertimbangkan untuk mundur di akhir tahun ini.

Baca juga : Sensasional! Kimi Antonelli Ukir Sejarah, Raih Podium F1 Termuda di GP Kanada 2025

Sementara Verstappen masih terikat kontrak Red Bull hingga akhir 2028, ada klausul performa yang dapat memberinya jalan keluar lebih awal. Mengingat perjuangan Red Bull sejauh ini di musim 2026, Verstappen kemungkinan sudah berada dalam posisi untuk memutuskan keluar jika menginginkannya.

Di sisi lain, Red Bull adalah pihak yang paling dirugikan sementara McLaren adalah pemenang besar, karena mereka mendapatkan pengalaman dan pengetahuan Lambiase yang secara efektif telah mengelola pembalap terbaik di grid dengan sangat baik selama 10 tahun terakhir.

Apa Selanjutnya?

Perhatian kini beralih ke Grand Prix Miami pada 1–3 Mei 2026. Verstappen dipastikan akan menghadapi banyak pertanyaan soal masa depannya pada hari media sebelum balapan di Miami, termasuk apakah ia akan menepati kata-katanya soal tidak mau balapan tanpa Lambiase di telinganya.

Satu hal yang pasti: dengan hengkangnya “GP” Lambiase, era paling dominan dalam F1 modern — empat gelar dunia beruntun Verstappen bersama Red Bull — telah benar-benar memasuki babak penutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *